EKOWISATA KE TAMAN NASIONAL BERBAK DAN SEMBILANG

EKOWISATA KE
TAMAN NASIONAL BERBAK DAN SEMBILANG

Sei Sembilang 71 km dari Dermaga Tanjung Api-Api di tempuh 2 jam lebih sedikit atau rata-rara 20 knot perjam keadaan normal

Nama Sembilang oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin, secara resmi menjadi Pusat pelayanan terpadu Sembilang (Serambi Integrasi Pelayanan Publik Sedulang Setudung) Kabupaten Banyuasin, di OPI Mall Jakabaring

Dusun Sei Sembilang, Desa Sungsang IV Kec.Banyuasin II Kab.Banyuasin, 23 November 2019
Wilayah II yang meliputi wilayah Sunsang dan Sungai Sembilang

Kawasan Taman Nasional Sembilang terletak di pesisir timur Provinsi Sumatera Selatan, yang secara geografis berada pada 104014’-104054’ Bujur Timur dan 1053’-2027’ Lintang Selatan. Kawasan ini secara administratif pemerintahan sebagian besar termasuk wilayah Kecamatan Banyuasin II–Kabupaten Banyuasin, dan sebagian kecil masuk wilayah Kecamatan Lalan–Kab. Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan

Sirajuddin *)

Sebelum saya meneruskan hasil liputan ekowisata dalam bentuk tulisan dan photo, tulisan ini selanjutnya dituturkan dalam gaya aku. Aku sebenarnya sudah lama mendengar salah satu Taman Nasional yang ada di Kabupaten Banyuasin, yaitu Taman Nasional Sembilang, sejak tahun 2016 terdengar dari jauh menjadi Taman Nasional Berbak dan Sembilang dua Tanam Nasional menjadi satu organisasi pengelonya yaitu Balai Nasional Berbak dan Sembilang di Jalan Yos Sudarso Km.4 Seijenjnag Kec. Jambi Timur Jambi.

Kedua Taman ini berjarak jauh, ada Kabupaten Tanjung Jabung Timur di Provinsi Jambi dan Kabupaten Banyuasin serta Musi Banyuasin di Provinsi Sumatera Selatan,

Sahabat sebelum mengetahui apa saja yang ada di taman nasional berbak dan sembilang, berikut aku akan cerita bagaimana menuju taman nasional ini hususnya Sembilang

Salah satu speadboad dengan tujuan Sei Sembilang, adalah angkutan rutin masyarakat Sei Sembilang dari bawa proyek Jembatan Ampera Palembang menuju Dusun ini dengan ongkos PP Rp 400.000 atau Rp 200.000 sekali jalan spead boad kecil dengan estimasi normal 4-5 jam, dari Simpang PU Tanjung Lago 3-4 jam, sedangkan dari Pelabuhan Tanjung Api-Api Banyuasin II 2-3 jam sampai kita ke Dusun Sembilang.

Jika kita menggunakan angkutan masyarakat ini tanpa di dampingi oleh pihak pengelola taman sembilang, aku pastikan akan sia-sia, karena kita tidak dapat target tujuan ekowisata di sana seperti ekpedisi burung migran, mengamati pohon magrove dan berbagai hewan lain sebagai habitat penghuni hutan, jika kita terhubung dengan pihak Disporapar Kab.Banyuasin dipastikan tujuan anda akan sampai sesuai harapan.

Selintas mengenal nomenklatur Taman Nasional Sembilang Tahun 1994 Suaka Margasatwa Terusan Dalam 25.750 ha, Hutan Produksi Terbatas Terusan Dalam 49.000 ha, Hutan Lindung Sembilang 113.173 ha dan perairan 17.827 ha) Hutan Suaka Alam seluas 205.750 ha; 1996 Kawasan Taman Nasional; 1998 Calon Taman Nasional; 2001 Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan mencantumkan kawasan Taman Nasional Sembilang; 2003 melalui SK Menhut Nomor 95/Kpts-II/03 Tanggal 19 Maret 2003 ditetapkanlah Kawasan Taman Nasional Sembilang seluas 202.896,31 ha.

Diawal tulisan ini aku menyebutkan Taman Nasional Berbak, inila selintas TAMAN NASIONAL BERBAK secara geografis kawasan Taman Nasional Berbak terletak antara 103°48’–104°28’ Bujur Timur dan 1°05’–1°40’ LintangSelatan. Batas-batas kawasan Taman Nasional Berbak sebagai berikut-Sebelah Timur berbatasan dengan desa-desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sadu, Sebelah Barat berbatasan dengan Sungai Berbak, Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam dan Hutan Lindung gambut (HLG) Sebelah Utara berbatasan dengan desa-desa di Kecamatan Sadu sebelah selatan berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Sembilang Propinsi Sumatera Selatan, selanjutnya TAMAN NASIONAL SEMBILANG
Kawasan Taman Nasional Sembilang terletak di pesisir timur Provinsi Sumatera Selatan, yang secara geografis berada pada 104014’-104054’ Bujur Timur dan 1053’- 2027’ Lintang Selatan. Kawasan ini secara administratif pemerintahan sebagian besar termasuk wilayah Kecamatan Banyuasin II-Kabupaten Banyuasin, dan sebagian kecil masuk wilayah Kecamatan Lalan–Kab. Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan

Pejabat Taman Nasional Berbak dan Sembilang dengan sebutan Kepala Taman Nasional dengan eselon III dan satu orang Kepala Tata Usaha eselon IV dan memiliki tiga wilayah atau seksi pengelolaan yaitu:
SPTN Wilayah I yang meliputi Suak Kandis dan Sungai Rambut;
SPTN Wilayah II yang meliputi wilayah Sunsang dan Sungai Sembilang dan
SPTN Wilayah III yang meliputi wilayah Air Hitam dan Tanah Pilih. Masing-masing SPTN dikepalai oleh kepala seksi eselon IV.

Wew sampai ngelantur ke situasi formal padahal tulisan ini bukan untuk kajian pustaka, ya! aku mengetahui supaya sedikit ada dasar landasan cara fikir kita gitu lho.

Aku dan rombongan bertolak dari salah satu sebutan kota pempek untuk julukan ibu kota provinsi Sumatera Selatan Palembang. Aku yang tergabung dalam Tim Disporapar Kab. Banyuasin pun bersama Tim ekspedisi Tribun dan Sriwijaya Post meluncur menuju Dermaga Tanjung Api-Api di Bumi Sedulang Setudung Kabupaten Banyuasin dengan bus anyar Big Bird. Aku dan rombongan ekspedisi burung migran bertolak dari Dermaga Tanjung Api-Api menuju Desa Sungsang IV tepatnya ke Dusun Sei Sembilang menggunakan speadboad 150pk, dengan estimasi waktu normal 2 jam lebih sedikit jadi kalau bukan ada tujuan husus pasti kalian tidak banyak yang didapat di sini, karena taula sendiri angkutan sungai itu rada-rada gitu.

Jika kita ada perjanjian untuk ekowisata ke Taman Nasional Berbak dan Sembilang pastikan perongkosan yang terhubung dengan destinasi alam yang ditawarkan, penginapan atau home stay, makan, mandi dll., jadi kalo mau pasang tenda-tenda, kemah dipastikan belum cukup syarat, jika pakai camera. Hp tidak diperlukan karena sinyal belum ada penampakan.

Pengarahan kegiatan hunting (jeprat-jepret, berburu objek) sasaran objek Burung pengembara, yang sangat tanggu terbang jauh (Burung Migran). Pak Reza memberikan pengarahan selaku pengelola TNBS sekaligus sebagai Tour Guide atau pemandu tur/pemandu wisata beliau bertugas memberikan bantuan, informasi dan interpretasi, pendidikan dan tempat penting lainnya., diinformasikan setelah kemarin aku dan tim lain menyusuri anak Sei Sembilang untuk sekedar mengetahui tempat burung langka Asia yaitu burung Pecuk Ular, dan pada hari kedua akan melakukan pengamatan burang migran sekaligus hunting dengan mempertimbangkan kondisi air di lokasi objek untuk kita melakukan hunting hari ini jam setengah 11 dengan dua speadboad kecil 12 org

Kami diarahkan merayap disekitar burang 200meter supaya dapat gambar yang paling bagus, pakaian tidak boleh mencolok, kami akan di drop di satu titik objek dengan kondisi sungai yang berlempur, hutan bakau dengan magrove kita bersembunyi-sembunyi, supaya sunyi speadboad pengiring burungpun harus yang sudah mengerti, sedangkan keselamatan musti kita nomor satukan dan jangan bersepatu, lokasi banyak lumpur dengan pepohonan nipa, jika burung terganggu maka speadboad melaut kembali dan mengiring lagi supaya ke pantai lagi, peralatan kantong plastik sebagai wada kamera dan jam 13.00 musti ke titik kumpul untuk di jemput kembali.

Ada yang menarik saat penjelasan hunting burung migran itu ada yang bercincin kaki kiri dan penandaan bendera di sayap kanan dimana burung ini mampir, jika burung tertangkap maka diberi cicin dan bendera dimana burung itu ditanggap itu pada periode awal-awal burung diamati, maka dikenal burung migran Seberia dari Sumatera melanjutkan migrasi ke Australia dan New Zealand, mereka migran hanya menghindari musim dan mereka tidak berkembang biak di negera tujuan, dan berkembang biak kembali ke nageranya sekitar bulan Mei, dan bulan November jika terjadi musim gugur burung menghindar kembali dari negaranya, sedangkan yang masih tertinggal di kawasan pantai Sembilang masih ada disini ribuan ajar pak Reza dan ada 3 alasan burung tetap tinggal disini.
1. Karena tua tidak perlu berbiak dan kembali ke negaranya;
2. Masih terlalu muda belum bisa berbiak dan tinggal disini;
3. Karena cacat jadi tidak mungkin terbang kembali ke negara asalnya.
Di sini jumlah burung migran saat itu sekitar 5.468 individu dengan 14 jenis yang teridentifikasi. Ada burung biru-laut ekor-hitam, gagang-bayam timur, trinil kaki-merah, cerek-pasir mongolia, hingga gajahan dan hanya ada dua suku famili dengan nama trinil kaki-merah, cerek-pasir yang juga disebut oleh kearipan lokal di tutur burung kedidi, trik dan ada juga bangau putih, oelh sebab itu Bangu Bluwok sebagai Ikon Taman Nasional Berbak dan Sembilnag

Speadboad kecil sudah bersiap-siap dari Sei Sembilang ke Objek Burung PP dengan jumlah penumpang 6 orang dengan cateran 400rb sekitaran waktu 30 menit pak Suwardi (Jojon) sebagai staf honorer pada TNBS yang profesional yang akan mengemudikan spead boad dan beliau sudah honor selama 14 tahun di sini, sebenarnya burung ini ada sepanjang tahun namun yang paling ramai di bulan Oktober s.d. Desember dan berkurang kembali, demikian tutur pak Jojon. Akupun penasaran adakah pengunjung yang diantar langsung oleh pak Jojon, menurut pak Jojon banyak tetapi harus melapor ke Sektor pengelola Sembilang, itula sekelumit sebagai reperensi kalian yang akan ke TNBS di Banyuasin.

*) Sekdis Disporapar Kab. Banyuasin

Be the first to comment

Leave a Reply